Sabtu, 02 Juli 2011

SEJARAH DESA KARANGMANGU

Berbicara tentang sejarah nama Desa Karangmangu tentu saja tidak dapat terlepas dari nama besar kawasan lokawisata Baturraden. Ada beberapa versi tentang sejarah nama Desa Karangmangu, salah satunya adalah menurut penulisan dari M. Koderi yang disunting oleh Ahmad Tohari dalam bukunya yang berjudul BANYUMAS WISATA DAN BUDAYA, adalah sebagai berikut:
Dahulu kala konon di sebelah selatan Gunung Slamet ada suatu tempat bernama Kutaliman, tempat tersebut sudah banyak penduduknya. Di sana berdiam seorang adipati beserta badi dalemnya. Orang biasa menyebutnya Adipati Kutaliman. Adipati itu mempunyai seorang istri dan beberapa orang putera. Diantaranya ada seorang anak gadis yang sudah saatnya untuk berumah tangga. Puteri Adipati Kutaliman memang berparas cantik, sehingga banyak yang berminat untuk melamarnya.
            Salah satu kewajiban orang tua adalah menikahkan anaknya, karena itulah sang adipatipun menanyakan kepada putrina untuk memilih jodohnya. Tentu kurang baik kalau terlalu lama menjadi buah bibir dikalangan msayarakat. Sang adipati menjadi bingung karena setiap ditanya sang putri terus diam. Melihat hal itu para abdi dalem pun ikut menjadi bingung. Akhirnya diketahui bahwa putrinya telah menjalin hubungan dengan seorang Gamel (pemelihara kuda). Keduanya sudah mengikat janji.
            Sang adipati dengan bijaksana menasehati putrinya agar meninggalkan sang gamel, namun keduanya sulit dipisahkan. Semua orang tahu bahwa sang putri adalah keturunan bangsawan dan sang gamel adalah seorang pembantu. Hal ini menjadi aib bagi keluarga Adipati Kutaliman, karena itu tidak ada jalan lain kecuali keduanya harus diusir dari kadipaten.
            Demikian keputusan sang adipati yang telah marah karena kebesaran namanya telah dinodai oleh putrinya sendiri. Sang putri dengan sedih meninggalkan kadipaten beserta sang gamel. Mereka pergi kearah utara, dan karena jalan semakin menanjak maka mereka merangkak-rangkak (nglangsur) karena kelelahan. Dikemudian hari daerah tersebut bernama kali kesur.
            Setelah lama mereka pergi mencari tempat tinggal sementara, sang putri melahrkan anak laki-laki. Kemudian daerah tersebut diberi nama kali putra. Daerah tersebut sekarang berada di wilayah Kecamatan Kedung Banteng. Keduanya membawa pergi anaknya ke tempaat yang lebih layak. Sampailah mereka di lereng gunung slamet dan berhenti untuk bercocok tanam hingga anaknya menginjak remaja.sang anak pun bertanya tentang asal usul dirinya. Lalu ia diberi tahu bahwa ayahnya adalah seorang batur dan ibunya adalah seorang raden. Kemudian daerah tersebut diberi nama BATURRADEN.
            Suatu hari sang anak pergi ke selatan. Daerah itu banyak terdapat jurang dan sang anak hanya termangu. Kelak daerah tersebut diberi nama JURANGMANGU, yang merupakan bagian dari Desa Karangmangu. Lama ia termangu di tepi jurang membuatnya lupa jalan pulang. Dengan tabah ia mencari jalan pulang, dan berhenti di suati datarankarena kelelahan. Kemudian daerah tersebut diberi nama KARANGMANGU yang berasal dari mengarang jalan pulang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar